#2 - Maaf Untuk Rindu -
Aku masih di sini, duduk memandangi jendela tua
Aku terus di sini, bertemankan lagu sendu
Aku tetap di sini, menunggu dering telfonku berbunyi, pertanda kabar darimu
Sepi rasanya, awalnya kita yang sering bersenda gurau kini seakan hening
Sunyi ternyata, setelah tawa canda kita kini jadi bisu
Kenapa?
Ada apa?
Mencoba mencari titik temu, kata demi kata dari setiap pertanyaan yang terlontar dari bibirku..
Entahlah,
Akankah sikapku yang membosankan
Atau egoku yang keterlaluan kala itu
Maafin aku sayang, jika tuturku jadi jarum dihatimu
Maafin aku yaa, jika ucapku kecewakanmu
Apakah sebahagia itu, hingga tak sadar menyakiti?
Tak ada maksudku,
Tak ada mauku
Tak ada niatku
Maaf beribu maaf ku selipkan disetiap obrolan kita
Berharap kamu mau menerimanya
Berharap kamu mau memaafkan khilafku
Tak ada kamu, hanya secangkir kopi temanku
Jangan marah lagi ya sayang
Pikiranku tersiksa karenanya
Jalan di hadapan mulai buntu
Tak ada arah tujuanku nanti
Sudah ya sayang
Jangan seperti ini lagi
Maaf sekali lagi, dari aku yang selalu menunggumu
Manado, 24 Mei 2020

Komentar
Posting Komentar