#2 – Luka Yang Kembali
Antara harus memaafkan yan terlanjur dibenci
Atau benar-benar harus merelakan
Bingung, entahlah
Sampai sekarang aku tak paham
Haruskah marahku berubah menjadi tunduk?
Tunduk pada ketidakadilan hati?
Atau benar-benar harus tunduk pada rasa rang
hilang oleh mistik
Setelah beberapa masa melintas
Sesuatu yang membekas dalam ingatan
Yang cukup tajam mengenai peristiwa itu
Kembali lagi
Kembali menyingkap cedera batin kala itu
Perlu waktu lama untuk menutupnya rapat
Menderita rasanya
Seakan merudapaksa jiwa hingga pecah
Remuk, tidak tampak lagi wujudnya
Luluh, larut
Binasa, gugur
Apalah itu yang pasti sedih rasanya jika
mucul kembali dalam pikiran
Haruskah ku maafkan dia?
Memaafkan salah yang tak sepenuhnya
dilakukannya?
Jika ditelaah memang bukan salahnya
Tidak benar-benar salah maksudku
Tapi mau bagaimana lagi?
Aku terlanjur kecewa dan terluka
Tak segampang itu untuk kembali
Manado, 15 Juli 2020


Komentar
Posting Komentar