#4 - Patah Arah -
Ku pikir semuanya sudah selesai
Ku pikir kita kan baik-baik saja
Ku pikir langkah kita ke depan tak ada liku
Ternyata aku salah
Cobaan itu datang lagi
Ingin ku marah
Dan teriak sekencang-kencangnya
Namun,
Hatiku terlanjur remuk
Mungkin hatinya pun demikian
Sudah cukup,
Sudah cukup raga kami dibatasi jarak
Jangan,
Jangan tambah lagi dengan dinding pemisah jiwa
Jujur,
Patah arahku saat ini
Usaha kita seakan sia-sia saja
Jika jalanku tak berarah kepadamu
Masihkah kamu menguatkan niatku?
Masihkah kamu menggenggam tanganku?
Raih dan genggam tanganku seerat mungkin untuk melangkah bersama
Melangkah lewati apapun yang ada dihadapan kita
Masihkah?
Bolehkah ku bertanya padamu?
Tolong jawab aku!
Bisakah?
Bisakah kau tenangkan pikirku yang mulai kacau
Meski pikirmu juga demikian!
Masihkah?
Masihkah aku pasanganmu nanti?
Bisakah?
Bisakah aku tanam yakinku padamu?
Mana?
Mana ucapmu kemarin?
Ucapmu yg buatku yakin dan berharap
Buatku kuat berdiri disampingmu
Yakinkan aku,
Yakinkan aku sayang
Jangan buatku patah arah lagi
Ku tak mau merasa yang sama
Seperti rasa kehilanganku dulu
Kamu juga kan?
Semoga Tuhan berikan harapan dan jalan
Jalan yang terang untuk kita lewati
Jalan yang tak ada liku
Jalan dimana kamu bebas memelukku
dan menggenggam tanganku
Akankah kita kuat sayang?
Akankah kita bisa hadapi semua ini?
Tak henti ku berbisik
Berbisik dalam sujudku
Membisikkan namamu pada bumi,
Agar langit mendengar
Mendengar namamu
Namaku
Nama kita
Semoga saja
Manado, 27 Mei 2020

Komentar
Posting Komentar