#5 - Kisah Kita dan Hujan -


 Ada suara berisik dari balik jendela

Ternyata itu hujan

Hujan yg turun

Bau basah tanah

Terbayang bisikan hujan dibalik hutan pinus kala itu


Berbisik tentangmu

Yang kini perlahan menjauh

Entahlah

Ingin hapus gelisahku saat ini

Gemericik derai hujan mengusikku


Mengusik untuk mengulik emosimu

Seperti apa sebenarnya amarahmu

Ternyata semenakutkan itu


Iya menakutkan, 

Sampai aku harus menyembunyikan wajahku

Wajahku yg basah karena hujan


Heheh, hujan kecil yg berderai dari mataku yg mulai sembab

Jangan tanya kenapa?

Kenapa aku seperti itu?

Karena kamu sudah tahu jawabannya


Merengekkah? Tidak!

Bersimpuh di atas tanah? Sudah pasti!

Mau di apa?

Yg bisa ku lakukan hanya menunggu


Iya, menunggu

Menunggu layaknya kamu sedang menanti kapan hujan kan berhenti

Menunggulah sambil membuka kedua tanganmu dan berbisik


Berbisik dgn perlahan namun lantang

Memangnya bisa?

Dicoba saja

Tak ada kepastian?

Setidaknya jatah gagal mu berkurang


Hey!

Hujan itu indah sebenarnya

Walau hadirnya banyak dibenci

Hujan tetap menenangkan


Anggap saja hujan itu hati

Jika kita bermain di dalamnya

Pasti bisa sakit kan?

Sakit seperti hatiku mungkin


Tahu nggak?

Aku menganggap kisah kita bak hujan

Kenapa?

Karna awalnya indah dan menenangkan

Perlahan tersakiti oleh ego masing-masing

Yg kemudian diberi tamparan keras 

Seperti sambaran petir


Cobaan kita seperti petir ya?

Menakutkan

Tapi harus dihadapi

Kita dituntut untuk mampu menghindarinya meski sulit


Hhmmm

Kataku terlalu banyak diulang

Bisa jadi membosankan

Biarlah

Asal hujan itu tetap menenangkan


Hey kamu!

Aku boleh bertanya sesuatu?

Apa kamu mampu?

Apakah kita sanggup?

Sanggup menghindari tamparan petir dalam derasnya hujan?


Hanya Tuhan dan waktu yg menentukan sayang

Tugas kita mengamini lewat doa


Manado, 29 Mei 2020



Komentar

Postingan Populer