#6 - Antara Puan dan Tuan -
Si Puan
Si Tuan
Tuan sang pemilik hati tak berpenghuni
Puan sang penunggu si pemilik hati untuk dihuni
Gundah gulana
Tak ada daya bersua
Rasa tak lagi sama
Tuan mulai beda
Ego kian memuncak
Kecewa
Namun
memilih memaafkan untuk bertahan
Bodoh dan setia beda tipis Tuan
Sempat menolak mereka yg datang memberi hati pada Puan
Hanya utk pertahankan Tuan
yg kini ingin menghilang
Terlalu mencintai
Tak tahu pastinya
Terlalu berharap
Hidup tak selalu tentang cinta
Namun
masa depan layak diperjuangkan
Celoteh kangen dan merajuk
Rasanya sama saja utk Puan
Kadang
menitikan airmata
Saat mengetikkan seuntai pesan utk Tuan
Sepelik itukah memiliki utk menyakiti?
Rasa takut kehilangan menghantui hati Puan
Terluka,
marah,
kecewa,
kesal,
hancur rasanya
Tapi mau di apa wahai Tuan?
Merontah pun tak ada daya
Air mata
jadi ungkapan terakhir
Candu akan kopi
jadi pelampiasan
Wahai Tuan
Puan tersiksa merindu
Akankah Tuan mendengar?
Suara hati lirih
Menjerit,
merintih
Perlahan redup,
lalu beku
Jangan pergi
Bertahanlah sejenak
Meski akhirnya takkan sama
Tak seperti ekspektasi
Tak berujung satu
Tak menjadi kita
Wahai Puan dan Tuan
Manado, 30 Mei 2020

Komentar
Posting Komentar