#3 – Sepertiga Malam
Di titik ini
Waktu dimana aku harus bersimpuh
Menadahkan kedua tangan di atas sajadah using
Sujudku di sepertiga malam
Berucap
Lisan pengharapan dalam diam
Doa mustajab di waktu sunyi
Permohonan-permohonan berbisik lirih
Adakah salah satunya terkabulkan?
Butiran permata jatuh pada ujung kain selubung berjahit
Berderai
Mendekap rintih
Aku mencari kepastian arah
Kemana hatiku berhenti
Teduh pada satu rasa
Mimpi-mimpiku sudah lama terpatri
Kaku
Terkadang membayangi
Menguap bagai air yang mendidih
Kemudian lenyap
Inginnya benar-benar pergi tanpa kembali pulang
Sepertiga malamku yang khusyuk
Tangan mungil menyapu air mata bergerai
Ku yakinkan dalam hati
Akan ada pemandangan nan indah
Di balik bebatuan licin dan tajam
Tak aka nada yang tertukar
Tak akan ada yang terbagi
Tak akan ada yang tersembunyi
Hanya tertunda sejenak
Untuk saat yang pasti
Kelak nanti
Manado, 24 September 2020
@podjokbiroe


Komentar
Posting Komentar