#5 - Rewind My Life 2020
Hai . . .
Di penghujung tahun 2020 ini
Aku mengingat kembali
Tiap-tiap kepingan memori
Dimulai dari awal tahun yang patah hati, Januari
Indahnya kebersamaan bersama dua sahabat di Februari
Maret yang menjadi pelampiasan hobi lewat radio online untuk menghibur diri
Ada kisah tak terduga, hingga jatuh hati pada April ini
Ada semangat kecil yang membuatku mengukir karya lewat goresan pena pada Mei
Kemudian terpatahkan kembali pada Juni
Kekosongan yang coba diisi oleh Juli
Sikap ketus di bulan Agustus
Ada jiwa lain yang datang pada tanggal yang sama, apakah aku harus?
Mencoba menyatukan kembali kepingan rasa di September yang harus aku urus!
Agustus kemarin diperkenalkan lewat kata
Tentang seseorang di September, sejenak buatku berhenti berkelana
Ku ucap istighfar saat menghadapi hal tak biasa
Masih tentang September, melepas senyum dari jiwa yang lara
Pura-pura bersikap optimis padahal tau hanya akan sia-sia
Menadahkan tangan di atas sajadah, berucap lisan berharap dalam diam saja
Mencari arah,
Kemana kemana hati berhenti,
Teduh pada satu rasa
Kagum,
hingga terseduh dengan penggalan kata
Berpapasan
Beradu dengan wajah dan pemikiran berbeda
Pada Oktober,
Aku ingin berbicara
Lewat kata yang hanya jadi wacana
Mengingatkan pertamakalinya menyapa
Larut dalam rasa tak biasa
Hingga meragu kaku
Menatap langit abu-abu
Menjabarkan kata perkata yang beku
Bunyi bisu
Melamun sambil melantunkan nada-nada sendu
Rona merah jambu membiru
Tanya tentangnya
Pamit yang tertunda
Tuan tak lagi asik,
Di penghujung Oktober menjelang awal November
Petikan gitar yang sempat berisik
Kini meredam seperti berbisik
Tak lagi mengusik
Memang tuan benar tak lagi asik
Mundur perlahan
Seperti kayu tua yang bertumpu pada patahan
Bertahan
Hingga perih tak tertahan
Pamitku senantiasa tertunda
Kata tanya untuk menanyakan cara
Omong kosong belaka
Perihal bulan lahirku,
November
Aku hanya seorang amatir penikmat rasa dan aksara
Tanpa rasa susah dan kecewa
Seperti /pe-la-ngi/
Pelan-pelan ngilang seperti dia
Cukup di mengerti saja
Tanpa memberi tahu orang lain, secara rahasia
Perihal diam
Yang mematahkan sayapku di akhir November
Remuk,
Hari terberatku di tahun ini
Sayapku patah sebelah
Mencoba terbang namun terpapah
Kompasku tak lagi menunjukkan arah
Sahabatku telah pergi
Tinggalkan aku di sini
Tanpa tawa
Menelan sepi
Bagaimana caranya aku terbang nanti?
Novemberku pahit
Kali ini benar-benar sulit!
Meski ada seseorang lain yang menemani
Namun pikirku tak bisa fokus padanya kini
Aku berkabung lagi
Seseorang itu menguatkanku
Terima kasih buatmu
Sejenak menjagaku
Menyemangatiku dengan ceriamu
Di sisi lain, Frekuensi itu kembali
Apa aku akan jatuh lagi?
Atau tetap berdiri sendiri?
Hingga Desember ini
Banyak tempat kosong yang di isi oleh beberapa hati
Jangan buatku bingung kali ini
Aku tak mau berakhir mati!
Ku mau,
Jaga rasa dan hati hingga nanti
Bukan sekedar memberi
Lalu pergi dan tak pernah kembali
Hingga penghujung tahun ini berhenti
Manado, 31 Desember 2020
Vhey Kicko -


Komentar
Posting Komentar