#6 - Titik Ruang




Aku menemui bayang-bayang yang bersembunyi di balik pilar-pilar masa lalu

Mengintip ke dalam lubang nestapa

Lika-liku kehidupan membuatku jenuh pada titik hampa 


Ruang-ruang yang kosong

Mengisyaratkan bahwa kerasnya keegoisan

Sempat mengisi tempat


Aku tenggelam 

Dalam hening malam

Bibir bisu tak bergerak pada lamunan kelam


Aku terjerembab oleh kata-kata sendiri

Meraba-raba kalimat-kalimat yang sempat meyakinkan hati 


Mata tak sanggup menutup

Dinginnya malam menusuk raga yang hidup


Tetesan airmata

Jatuh berderai bak tirai yang menyembunyikan jiwa yang nestapa


Mungkin Tuhan memang adil 

Menjaga hati dari palsunya ketulusan orang-orang yang kerdil


Jika bisa meminta

Tuhan tak akan menutup mata untuk kita

Para penyintas masa


Kelak akan melewati asa

Berubah menjadi pelengkap jiwa

Bersanding indah tanpa memandang apa

Dan siapa


Aku,

Tak bisa mencerna

Kata per kata dalam satu makna


Pengharapanku,

Berbahagialah pada tawa yang sama

Tanpa menuntut balas ada

Dan kenapa


Manado, 03 September 2021


Komentar

Postingan Populer